Bagikan Yuk Artikelnya :
Bahaya Covid-19 atau pandemi ini hanya konspirasi saja. Apalagi setelah viral berita bahwa Covid-19 hanya penyakit biasa sama dengan flu, pandemi ini hanya untuk mengendalikan ekonomi dunia. Benar atau tidak berita sudah viral dan memjadikan kehebohan.
Lagi-lagi internet dijadikan media untuk mengacaukan pandangan orang terhadap suatu berita. Masyarakat dibuat bingung lagi.
Media Tidak Bertanggung Jawab dengan Berita Mereka
Media ternama sekalipun tidak memiliki tanggung jawab terhadap berita mereka. Sebagai contoh mereka membuat berita tentang pengambilan paksa jenazah PDP di sultra kejadiannya 23 Maret 2020, beritanya viral dan di ulang-ulang. Bahkan berita terkait di satu portal (situs) berita tidak kurang dari 10 jenis berita terkait topik ini.
Sekarang sudah lebih dari 2 bulan (dari tanggal 23 Maret 2020 sampe 8 Juni 2020). Tidak ada lagi berita kelanjutannya. Apakah Pasien PDP ini memang tidak ada covid-19 dan warga yang membawa serta memandikan tidak terjangkit. Atau sebaliknya semakin banyak pasien Covid-19.
Itu salah satu bukti bahwa media tidak bertanggung jawab dengan berita mereka. Media hanya peduli dengan berita booming yang menguntungkan mereka. Media tidak peduli dengan efek berita kepada masyarakat yang menyebabkan kebingungan dan ketidakjelasan berita sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah ataupun tim medis.
Pemerintah juga membiarkan hal ini terus berlanjut mereka seolah-olah tidak peduli sikap masyarakat. Mereka hanya kampanye hidup sehat, di rumah aja, menangkap mereka yang menyebarkan hoaks covid-19 tidak berbahaya.
Sementara pemerintah membiarkan media...
Jika anda memiliki pertanyaan atau ingin berkomentar tentang artikel ini silahkan disini
Video Terkait