Bagikan Yuk Artikelnya :
Masyarakat sudah berusaha untuk mengikuti aturan pemerintah #StayAtHome atau #DiRumahAja. Bosan, deperesi, jenuh sudah dialami masyarakat karena sampai kapan kita harus #DiRumahAja? Bahkan Pemerintah sendiri saja melaui Bin (Badan Intelejen Negara)-nya memprediksi puncak covid-19 berubah sehingga tidak ada kepastian. Bahkan WHO juga mengatakan Virus Corona ini tidak akan hilang dalam waktu dekat.
Lalu bagaimana solusinya?
Sekarang kita sudah saatnya harus bisa berdamai dengan Covid-19 ini. Arti berdamai disini kita harus membiasakan diri beraktivitas normal kembali dengan menjaga kesehatan dan menghindari terpapar covid-19 dengan cara mengikuti protokol dan himbauan dari pemerintah ataupun instansi kesehatan.
Kita masyarakat harus bisa mandiri dalam menangani covid-19 ini. Kita jangan terlalu tergantung dengan pemerintah. Bukan berarti pemerintah gagal menangani covid-19 ini, juga bukan negara kita lemah dan tidak siap mengahadapi covid-19 ini karena memang semua negara di dunia tidak siap mengahdapi pandemi ini. Di sebagaian Negara maju bahkan tingkat kematian dan jumlah konfirmasi terpapar lebih banyak dari kita. Data lengkap bisa di lihat di www.worldometers.info/coronavirus/.
Sembilan negara terbanyak yang terpapar adalah negara maju. Ini menunjukan pandemi ini tidak memandang negara maju atau tidak. Pandemi ini harus dilawan dengan cara kesadaran setiap individu untuk saling menjaga kesehatan dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain dengan menjaga jarak supaya penyebaran tidak terus bertambah.
Kita katakan #IndonesiaTerserah bukan berarti kita melakukan aktivitas mengabaikan usaha yang sudah dilakukan petugas medis dalam menghadapi covid-19. Kita katakan demikian dengan tujuan kita jangan hanya bergantung kepada kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi ini tetapi harus secara sadar bahwa pandemi ini harus dilawan oleh setiap orang dan stop saling menyalahkan dan menghujat kebijakan yang sudah dibuat pemerintah walaupun kebijakan itu tidak masuk akal seperti Program Pelatihan Online untuk Pemegang kartu Pra Kerja. Bisa dilihat di artikel ini Kupas Anggaran 5,6 Trilliun Pelatihan Online Kartu Prakerja Kontroversial
Jika anda memiliki pertanyaan atau ingin berkomentar tentang artikel ini silahkan disini
Video Terkait