Agsas Laksan - Selasa, 27 Oktober 2020

Sejarah Singkat Mengenai Candi Prambanan

Gambar Candi Prambanan <em>Sumber: Bataritours.com</em>
Gambar Candi Prambanan Sumber: Bataritours.com

Sejarah Pembangunan


Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang letaknya tidak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi Hindu ini untuk menunjukan kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar yang berbeda keyakinan dan saling bersaing yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha. Pastinya, dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaanya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.

Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu. Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sanskerta adalah Siwagrha yang berarti “Rumah Siwa”. Dalam prasasti ini disebutkan bahwa saat pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan. Sejarawan menduga bahwa aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah timur, dan dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai dapat membahayakan konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan sungai baru yang memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan sepanjang dinding barat di luar kompleks candi. Bekas aliran sungai asli kemudian ditimbun untuk memberikan lahan yang lebih luas bagi pembangunan deretan candi perwara (candi pengawal atau candi pendamping).

Beberapa arkeolog berpendapat bahwa arca Siwa di garbhagriha (ruang utama) dalam candi Siwa sebagai candi utama merupakan arca perwujudan raja Balitung, sebagai arca pedharmaan anumerta beliau.

Kompleks bangunan ini secara berkala terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti raja Daksa dan Tulodong, dan diperluas dengan membangun ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama. Karena kemegahan candi ini, candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung Kerajaan Mataram, tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan. Pada masa puncak kejayaannya, sejarawan menduga bahwa ratusan pendeta brahmana dan murid-muridnya berkumpul dan menghuni pelataran luar candi ini untuk mempelajari kitab Weda dan melaksanakan berbagai ritual dan upacara Hindu.

Pernah Ditelantarkan Sama halnya dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan juga pernah ditelantarkan pada masanya. Sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, yang mendirikan Wangsa Isyana. Penyebab kepindahan pusat kekuasaan ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara candi Prambanan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah peperangan dan perebutan kekuasaan. Setelah perpindahan ibu kota, candi Prambanan mulai telantar dan tidak terawat, sehingga pelan-pelan candi ini mulai rusak dan runtuh.


Penemuan Kembali


Penduduk lokal warga Jawa di sekitar candi sudah mengetahui keberadaan candi ini. Akan tetapi mereka tidak tahu latar belakang sejarah sesungguhnya, siapakah raja dan kerajaan apa yang telah membangun monumen ini. Sebagai hasil imajinasi, rakyat setempat menciptakan dongeng lokal untuk menjelaskan asal-mula keberadaan candi-candi ini; diwarnai dengan kisah fantastis mengenai raja raksasa, ribuan candi yang dibangun oleh makhluk halus jin dan dedemit hanya dalam tempo satu malam, serta putri cantik yang dikutuk menjadi arca. Legenda mengenai candi Prambanan dikenal sebagai kisah Roro Jonggrang.

Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda. Candi ini menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa. Ketika itu Colin Mackenzie, seorang surveyor bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini. Meskipun Sir Thomas memerintahkan penyelidikan lebih lanjut, reruntuhan candi ini tetap telantar hingga puluhan tahun.

loading...

PAGE : 1 2 3 4 Show All

Jika anda memiliki pertanyaan atau ingin berkomentar tentang artikel ini silahkan disini


Video Terkait


ARTIKEL TERKINI

Cara Mudah Membuat dan Memodifikasi Logo Gojek untuk Usahakan Gofood

Cara Mudah Membuat dan Memodifikasi Logo Gojek untuk Usahakan Gofood

Cara Mudah Membuat Logo atau Memodfikasi Logo

Cara Mudah Membuat Logo atau Memodfikasi Logo

Bangunan-Bangunan Indah dan Futuristik Seperti Di Dunia Dongeng Karya Arsitektur Canggih

Bangunan-Bangunan Indah dan Futuristik Seperti Di Dunia Dongeng Karya Arsitektur Canggih

Riview Kiss Romantis Eternal Love 3

Riview Kiss Romantis Eternal Love 3

Cara Menyelesaikan Himpunan Persamaan Linear Satu Variabel PLSV

Cara Menyelesaikan Himpunan Persamaan Linear Satu Variabel PLSV

137 Virus Berdamai Dengan Kelelawar, Kenapa Kelelawar Kebal Terhadap Virus

137 Virus Berdamai Dengan Kelelawar, Kenapa Kelelawar Kebal Terhadap Virus

Awal Mula Konflik Isarel - Palestina yang Sulit Dihentikan

Awal Mula Konflik Isarel - Palestina yang Sulit Dihentikan

Cara Merubah Ukuran Satuan Inchi ke cm Pada Microsoft Word

Cara Merubah Ukuran Satuan Inchi ke cm Pada Microsoft Word

Cara Mengatur Page Setup di Microsoft Word

Cara Mengatur Page Setup di Microsoft Word

Cara Membuka Dan Mengedit File PDF Dengan Microsoft Word 2013

Cara Membuka Dan Mengedit File PDF Dengan Microsoft Word 2013

Cara Menyeleksi atau Block Teks Pada Microsoft Word

Cara Menyeleksi atau Block Teks Pada Microsoft Word

Cara Membuka dan Mengedit File PDF Dengan Microsoft Word 2013

Cara Membuka dan Mengedit File PDF Dengan Microsoft Word 2013

ARTIKEL TERKAIT