Bagikan Yuk Artikelnya :
Borobudur Diterlantarkan
Sejatinya, candi Borobudur pernah ditelantarkan dan tersembunyi selama berabad-abad hal itu karena candi ini terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian lama kelamaan ditumbuhi pohon dan semak belukar, sehingga Borobudur kala itu benar-benar menyerupai bukit biasa.
Alasan sebenarnya penyebab Borobudur ditinggalkan masih belum diketahui higga sekarang. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan bangunan suci ini tidak lagi menjadi pusat ziarah umat Buddha.
Pada kurun waktu 928 M dan 1006 M, Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur setelah adanya letusan gunung berapi. Namun tidak dapat dipastikan apakah faktor inilah yang menyebabkan Borobudur ditinggalkan, akan tetapi ada beberapa sumber menduga bahwa sangat mungkin pada periode inilah Borobudur mulai ditinggalkan. Bangunan suci ini disebutkan secara samar-samar sekitar tahun 1365, oleh Mpu Prapanca dalam naskahnya "Nagarakretagama" yang ditulis pada masa kerajaan Majapahit. Ia menyebutkan adanya "Wihara di Budur".
Selain itu Soekmono (1976) juga mengajukan pendapatnya bahwa candi ini mulai benar-benar ditinggalkan sejak penduduk sekitar beralih keyakinan kepada agama Islam pada abad ke-15.
Penemuan Kembali Candi Borobudur
Pada tahun 1814 Masehi, candi Borobudur kembali ditemukan lagi. Saat itu pulau Jawa ada di bawah pemerintahan Inggris yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles selaku gubernur jenderal. Raffles memiliki ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan Jawa.
Saat melakukan inspeksi ke Semarang pada tahun 1814, Raffles mendengar kabar adanya monumen besar yang letaknya tersembunyi di dalam hutan dekat desa Bumisegoro. Karena dirinya merupakan gubernur dan selalu ada halangan sehingga ia tidak bisa mendatanginya sendiri, maka ia kemudian mengutus H. C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki keberadaan bangunan besar ini.
Dalam 2 bulan, Cornelius beserta 200 bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit Borobudur dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi ini. Ia melaporkan temuan ini dan memberikan sketsa candi Borobudur kepada Raffles. Raffles pun dianggap berjasa atas penemuan kembali Candi Borobudur meskipun hanya menyebutkan beberapa kalimat dalam penemuannya tetapi berkat penemuannya ini mulailah menarik perhatian dunia atas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.
Hartmann, seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Kedu meneruskan kerja Cornelius pada tahun 1835 Masehi, yang akhirnya seluruh bagian bangunan candi telah tergali dan bisa terlihat. Hartmann tidak menulis laporan atas kegiatannya; secara khusus, beredar kabar bahwa ia telah menemukan arca buddha besar di stupa utama. Pada tahun 1842, Hartmann menyelidiki stupa utama meskipun apa yang ia temukan tetap menjadi misteri karena bagian dalam stupa itu kosong.
Jika anda memiliki pertanyaan atau ingin berkomentar tentang artikel ini silahkan disini
Video Terkait