Bagikan Yuk Artikelnya :
Satu orang penerima Kartu Prakerja akan menerima dana senilai 3,55 jt. Jika dikalikan 5,6 jt orang maka dananya sekitar 19,88 Trilliun. Jadi setiap pemegang kartu akan mendapatkan 3.550.000 per orang. Pertanyaannya apakah dana 3,55 jt ini bisa cair semua untuk masyarakat? Jawabannya tidak bisa (padahal menurut saya harusnya bisa, akan saya jelaskan caranya di solusi nanti).
Alasan pemerintah tidak bisa mencairkan semua dana Kartu Prakerja karena dana 1 juta harus dipakai untuk bayar kredit pelatihan (menurut saya bahasa lainnya 1 juta buat bayar sertifikat pelatihan yang sangat mahal dan tidak berguna karena orang butuh skill hasil pelatihannya bukan sertifikatnya bahkan sertifikat ini berkesan bancakan anggaran negara menurut saya. Saya akan jelaskan alasan saya ini nanti dibagian solusi).
Jadi alasan dana Kartu Prakerja tidak bisa cair karena rinciannya begini. Setiap peserta Kartu Prakerja (kedepannya saya akan sebut peserta saja). Peserta akan menerima dana sebesar Rp. 600.000 perbulan selama 4 kali sebagai insentif sudah mengikuti pelatihan. 600 rb x 4 = Rp. 2.400.000. Peserta juga harus memberikan survey komentar terkait pelatihan dan sebagian imbalannya akan diberi Rp. 50.000 sebanyak 3 kali (Rp. 50rb x 3 = Rp. 150.000). Sisanya dana itu hanya bisa dipakai untuk membayar sertifikat pelatihan senilai Rp. 1.000.000
Semoga paham tentang rincian dana yang bisa diterima oleh peserta Kartu Prakerja. Jika di ringkas seperti ini. BLT Rp. 2.400.000 + Bonus Rp. 150.000 = Total Rp. 2.550.000 (Dana bisa cair dan bisa dibelikan buat beli nasi + kerupuk selama 4 bulan kedepan selama masa pandemi covid-19), sementara satu juta buat beli sertifikat berlogo bantuan pemerintah dengan Label Sumbangan untuk para konglomerat Platform ide kreatif pemuda-pemudi milenial. Hebat kan peserta Kartu Prakerja tidak bekerja tapi kalian bisa menyumbang senilai Rp. 1.000.000.
Saat mendengar kalimat terakhir paragraf di atas mungkin terdengar menyakitkan dan menghina tapi mari kita baca alasannya di bagian solusi. Kenapa para milenial kaya raya ini malah menerima sumbangan bukannya memberi sumbangan untuk masyarakat yang kesulitan saat pandemi Covid-19 ini.
Solusi Cara Membantu Peserta Kartu Pra Kerja Ikut Pelatihan Tanpa Biaya
Anggaran 20 Triliun sudah bagus untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat yang sedang mencari pekerjaan apalagi saat pandemi Covid-19 ini pasti sangat membantu sekali. Tetapi cara yang digunakan pemerintah serasa kurang efektif malah terkesan menguntungkan beberapa pihak dan harus mengeluarkan anggaran yang kurang efektif terutama saat pandemi Covid-19 ini. Sehingga Perlu solusi yang lebih baik selain memberikan Dana untuk pelatihan yang nilainya tidak kecil. Pelasan solusi lebih lanjut silahkan klik
Jika anda memiliki pertanyaan atau ingin berkomentar tentang artikel ini silahkan disini
Video Terkait