Bagikan Yuk Artikelnya :
Lagi rame Kakek Suhud penjual yang meminta Baim Wong untuk membeli dagangannya. Tapi bukannya membeli Baim Wong malah memaki dan mempermalukan si kakek.
Pihak BW mencoba membuat klarifikasi. Mereka berkata Si kakek meminta-minta sampai mengikuti berkilo-kilo meter. Itu membuat gerah BW dan emosi.
Netizen rame, pro dan kontra saling hujat adu argumen. Banyak yang mencibir perbuatan meminta si kakek yang salah. Tapi tidak sedikit netizen memberondong perbuatan BW sangat tidak bermoral.
Siapa sebenarnya yang salah?
Semua bertanya itu. Mari kita lihat dari sudut pandang 3 sisi. Kakek Suhud merasa beruntung hari itu bisa bertemu BW. Dia tau BW pembuat konten sosial bagi-bagi kepada yang ekonomi susah.
Pak Suhud berpikir BW akan memborong dagangannya. Sehingga dia mengejar BW untuk meminta saudara BW membeli jualannya dengan dalih untuk pengobatan atau apapun alasanya asal BW membeli dagangannya.Dari Pihak BW merasa terganggu atas ulah si Bapak. Perbuatan si kakek mengganggu privasinya. BW geram dan emosi lalu bertindak. Memberi pelajaran dengan cara memberikan uang kepada orang lain dan berkata dia lebih suka orang yang bekerja dari pada orang yang meminta.
BW melempar penilainya ke Subscibernya atau netizen untuk menilai tindakannya. Dia ingin mengatakan dia tidak suka yang meminta-minta. Karena prinsipnya dia lebih suka bersedekah kepada yang bekerja.
Dari sudut pandang netizen. Berita rame dan viral. Mereka mencoba menghakimi kedua pihak. Saling adu argumen dan tentunya caci memaki semakin luas.
Creator lain ada yang ambil kesempatan. Memancing di air keruh. Membuat kolam semakin memanas. Netizen meluas pro dan kontranya. Media senang. Siap ambil bagian. Mencerahkan untuk menghasilkan cuan.
Apakah ada sudut pandang lain? Sudut Pandang ke-4?
Mari kita lihat.
Meminta Vs Mempermalukan. Mana yang akan Dipilih?
Dua hal yang paling signifikan dari kasus ini. Pertama perbuatan meminta-minta walaupun dalam dalih menjual dianggap salah. Kedua memaki dan mempermalukan walapun dalam dalih memberikan pelajaran tetap dianggap salah apalagi itu dilakukan kepada orang tua atau orang yang lebih tua.
Perbuatan si kakek meminta dengan alasan menjual itu jelas tidak dianjurkan. Dalam islam konsep jual beli harus an taradimin kum (sama-sama suka). Jika salah satu pihak merasa dirugikan jelas transaksinya tidak bagus cenderung dilarang.
Si kakek melakukan itu (menjual dengan harapan pembeli memberi karena alasan kasihan) pasti memiliki alasan.
Alasannya jelas. BW adalah konten kreator. Sebagian besar kontennya adalah tentang berbagi.
Si kakek paham itu dan dia wajar jika bertemu BW sang kreator. Dia berharap dia salah satu orang dalam skenario konten BW.
Sayang, Kakek tidak tahu bahwa BW punya prinsip dan skenario dalam kontennya. BW akan membuat konten dengan skenario yang sudah di set jauh-jauh hari.
Si kakek meminta bantuan tidak ada dalam prinsip skenario BW. Sehingga BW merasa terganggu. BW merasa privasinya di usik. Padahal cara BW membuat kontennya sudah pasti tujuannya adalah simpatisan viewers.
Atau dengan kata lain. BW sengaja mengekspos kegiatan privasinya untuk menghasilkan cuan dengan skenario bagi-bagi dan membantu orang lewat konten.
Nilai yang dibagikan BW jauh lebih kecil dibanding penghasilan dari adsense yang diterima. Itu adalah bisnis yang mengiurkan. Keuntungannya berkali-kali lipat. Bisa dilihat gambar berikut estimasinya penghasilanya.
Penghasilannya minimum 331.800 us dollar (Rp. 472.8150.000, Kurs 14.250) dan maksimum 5.300.000 us dollar (Rp. 75.525.000.000). Tentu saja itu baru estimasi. Tapi Katakanlah tengah-tengahnya jelas penghasilannya sekitar Miliaran.
Jauh dari yang dikeluarkan. Ini adalah bisnis yang menggiurkan. Konten adalah uang itu bukan isapan jempol. Memang itulah faktanya.
Jadi jangan heran orang akan melakukan apapun demi konten. Termasuk mejual prinsip dan agama seperti NM menghina ulama pun sah-sah saja. Toh yang setuju dengan NM banyak kok.
Walaupun menyalahkan perbuatan salah dengan kesalahan tidak akan membuat kesalahan itu benar. Tapi whatever lah dengan semua itu yang pasti bisnis konten adalah yang utama.
Kembali ke BW vs Kakek Suhud. Meminta-Minta Vs Memaki dan Mempermalukan
Privasi atau Konten. Mana yang akan kamu pilih
Suka tidak suka. Mau tidak mau. Jika kamu menjual konten tentang privasi maka bersiaplah privasimu di ganggu.
Harusnya BW maklum dan jangan mengeluh soal privasi karena yang dijual adalah kehidupan privasinya. Bahkan konten rumah tangga dan tempat tidurnya pun mereka jual kok.
Jangan bermain korban karena skenario yang kalian buat adalah berprinsip sedekah atau membantu orang susah. Dan BW n tim get lot off more Values dari kontennya
Walaupun kalian ingin menginspirasi orang dengan bantuan nyatanya gak ada subscriber yang melakukan bagi-bagi demi konten. Yang dapat cuan tetap Bapau. Subscriber dan viewer dapat air liurnya aja (bodo amat, siapa suruh g*bl*k nonton).
BW membuat skenario dalam membagi-bagikan bantuan. Beda dengan kejadian kakek Suhud itu diluar skenario sehingga BW merasa terganggu privasinya. Tapi akibat kerakusan, BW membuat skenario baru dan menjadikan konten marah dan memaki.
Selama ini BW dan yang semodel dengan mereka membuat skenario. Sehingga antara ikhlas membantu atau berbisnis tidak terlihat.
Kini Tuhan membuat skenario berbeda dan menunjukan wajah asli mereka. Sombong dan merasa diri paling benar. Bahkan tidak segan-segan mengajari seorang kakek yang umurnya jauh di atasnya.
Fans atau pendudung pasti tidak senang. Dan mereka beralasan BW sudah banya membantu yang susah. Padahal sebarnya bukan BW yang membantu. Justeru BW yang butuh konten untuk menghasilkan uang.
Jika anda memiliki pertanyaan atau ingin berkomentar tentang artikel ini silahkan disini
Video Terkait